Header Ads

4 Kesalahan fatal Pebisnis dan Pedagang

Ada uang 100, 200, 300, Maaf mba mas bayar pake uang pas saja, maaf mas mba pak bu tidak ada kembalianya coba anda tukar dulu ya !!! kalimat ini mungkin sering sekali anda dengar BETUL, jika anda mengalami hal semacam itu biasanya anda enggan dan malas untuk membeli pada penjual yang mengeluarkan kata- kata seperti itu. Tahukah anda itu adalah salah satu Kesalaha besar seorang pBisnis dalam menjual produk dan dagangan mereka.

Berikut 4 Kesalahan peBisnis dan Pedagan !!!

  • PeBisnis dan Pedagang yang selalu berkata ADA UANG PAS !,ADA UANG 100, 200 jika anda seorang pebisnis dan pedagang semacam ini rubahlah sikap anda dan setidaknya jika anda sudah siap berbisnis dan berdagang maka semuanya sudah siap termasuk persediaan uang kembalian !

  • Pebisnis dan pedagang yang manembak pembeli pada pembelian pertama MAKSUDNYA ketika datang seorang pembeli bermaksud untuk membeli produk dan dagangan anda dan pembeli tersebut dianggap orang asing (tidak pernah datang ke toko atau warung dll) maka sang anda langsung mematok harga setinggi- tingginya ini hal yang paling buruk. Mengapa ? pembeli tidak akan pernah kembali lagi pada anda dan keuntungan yang anda peroleh hanya sesaat.

  • Pebisnis dan Pedagang yang membandrol harganya dengan anka yang tidak ada kembalianya missal harga sebuah produk atau barang Rp.1725, Rp.199.910, Rp.2550 dan sebagainya, mau tidak mau jika anda sebagai pembeli anda akan membeli barang dengan uang pas dan akhirnya tidak ada kembalian dan anda hanya di kasih premen sebagai kembalian.

  • Pebisnis dan Pedagang yang menuliskan BARANG YANG SUDAH DIBELI TIDAK BOLEH DITUKAR ATAU DI KEMBALIKAN LAGI, ini terjadi pada semua bisnis. Seharusnya jika anda sebagai pebisnis dan pedagang tahu, barang yang anda jual adalah barang yang masih bagus dan tidak cacat. Dalam kaidah islam seorang pembeli mempunyai HAK KHIAR terdiri dari dari 3 macam KHIAR dan masing- masing mempunyai tenggang waktu yang berbeda dalam masalah pembelian barang.


Mulailah berfikir dari hal- hal yang terkecil karena hal- hal besar berawal dari hal kecil.

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.