Header Ads

Mahasiswa RI di Mesir Ikut Demonstrasi?

VIVAnews - Warga negara Indonesia (WNI) di Mesir mulai dievakuasi secara berkala sejak Selasa malam kemarin, seiring situasi yang semakin memanas di Kairo. Sementara itu, WNI yang memilih bertahan di Mesir akan dievakuasi ke kota Nasr City.


Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Fallahudin Nurhalim, mengatakan bahwa situasi di Kairo masih jauh dari aman. Jarak antara Kairo dan Nasr City relatif dekat, sekitar tujuh kilometer.

“Di Kairo situasinya masih sangat kacau dan tidak aman, di beberapa titik bahkan telah menjadi tempat rawan,” ujar Nurhalim, saat dihubungi VIVAnews.com, Jumat, 4 Februari 2011.

Menurut Nurhalim, jumlah WNI di Mesir sebanyak 6.149 orang. Khusus mereka yang berstatus mahasiswa secara umum berjumlah 4.297 orang. Sebanyak 1.002 lainnya adalah Tenaga Kerja Indonesia. Gelombang pertama evakuasi berjumlah 415 orang telah kembali ke Tanah Air pada Rabu kemarin.

“Evakuasi kedua sudah dilakukan tadi malam,” ujar Nurhalim.

Tidak semua mahasiswa asal Indonesia yang berada di Mesir bersedia di evakuasi, beberapa memilih tinggal karena berbagai alasan. Saat ini, ujar Nurhalim, PPMI akan memindahkan para mahasiswa yang memilih tinggal ke tempat yang lebih aman di Mesir.

“PPMI tengah fokus untuk mengevakuasi pada mahasiswa ke Nasr City, di tempat ini terdapat 2.000 mahasiswa asal indonesia,” ujar Nurhalim. Dia tidak memberikan rincian berapa jumlah mahasiswa yang akan dipindahkan ke Nasr City karena masih didata.

Ditanya apakah ada mahasiswa Indonesia yang ikut serta dalam aksi menggulingkan Mubarak maupun adanya ajakan untuk ikut serta, Nurhalim mengatakan tidak ada ajakan seperti itu. “Tidak ada ajakan bagi WNI untuk ikut berdemo. Kami sangat mengantisipasi hal itu dan memang jangan ikut hal-hal seperti itu,” ujar Nurhalim. (kd)

• VIVAnews

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.