Header Ads

Massa Akan Paksa Mubarak Turun Hari Ini

Malang, VIVAnews - Hari ini, usai solat Jumat, warga Kairo kembali bersiap membanjiri Lapangan Tahrir untuk menuntut Presiden Hosni Mubarak turun. Tentara keamanan lengkap dengan peralatan tempur, sudah bersiaga di lokasi. Penjagaan itu dilakukan guna menghindari bentrokan massal seperti yang terjadi Kamis kemarin.


Laman CNN melansir bahwa pasukan keamanan yang dilengkapi dengan persenjataan otomatis itu sudah berpatroli di sekitar Lapangan Tahrir sejak Jumat pagi. Para demonstran bersumpah dan memastikan bahwa mereka akan akan sukses menjungkalkan Mubarak dari kursi Presiden, Jumat ini, yang mereka sebut sebagai “hari perpisahan” dan “hari keberangkatan.”

Kerumunan puluhan ribu orang telah terlihat di lapangan Tahrir sejak dini hari. Massa dari berbagai wilayah di ibukota negeri piramida itu, terus mengalir ke lapangan di pusat kota itu. Diperkirakan bahwa jumlah orang yang hadir hari ini akan atau lebih banyak dari jumlah demonstran yang hadir pada demonstrasi sejuta orang pada Selasa, 1 Februari 2011.

Kamis kemarin, massa demonstran anti Mubarak bentrok hebat dengan massa pro Mubarak di taman itu. Terlihat kerumunan massa yang terbagi menjadi dua kubu saling lempar. Yang tertangkap langsung menjadi bulan-bulanan massa lawan. Beberapa pendukung Mubarak menggunakan Unta menerobos ke kerumunan, sembari memukul lawan. Dilaporkan sedikitnya delapan orang tewas dan sekitar 1200 orang terluka.

Wartawan asing juga menjadi korban kekerasan massa pro Mubarak. Diduga massa pro Mubarak ini adalah para preman maupun polisi yang dibayar oleh pemerintah guna menandingi massa anti Mubarak.

Menjawab tuntutan mundur itu, Mubarak kepada koresponden ABC News menegaskan bahwa dirinya bisa saja mundur, namun konsekuensinya nanti akan sangat berat. "Kerusuhan akan pecah lebih hebat lagi jika dia turun dari kursi kepemimpinan Mesir, ujarnya.

"Saya tidak peduli apa yang orang katakan tentang saya," kata Mubarak pada ABC. "Saat ini yang saya pedulikan adalah negara ini, Mesir."

• VIVAnews

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.