Header Ads

Motif Penyerangan Pesantren YAPI Kriminal Murni

Liputan6.com, Pasuruan: Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Badrodin Haiti menegaskan, tersangka pelaku penyerangan Pesantren YAPI di Kenep, Beji, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur merupakan tindak kriminal murni yang dilakukan oleh orang per orang secara bersama-sama.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Jawa Timur usai melakukan pertemuan tertutup dengan para komponen masyarakat Pasuruan di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (16/2) dini hari. Kapolda menyebutkan, tersangka yang kini masih terus diperiksa secara intensif di Mapolres Pasuruan sebanyak tiga orang.

Kapolres Pasuruan, AKBP Syahardiantono yang mendampingi Kapolda menyebutkan, ketiga tersangka tersebut masing-masing, UB, MZ, dan DU. Para tersangka yang masih berusia sekitar 20 tahunan sama-sama warga Bangil. "Polisi kini masih terus berupaya untuk mencocokkan keterangan dari sejumlah saksi yang diperiksa dengan barang bukti yang ada," kata kapolda.

Polisi juga memeriksa beberapa saksi di Mapolres Pasuruan. Namun yang telah terbukti menjadi tersangka baru tiga orang. Menurut Kapolda Jatim, motif insiden di Pesantren YAPI tersebut sementara ini terungkap hanya karena ketidaksukaan seseorang terhadap kelompok tersebut. Tindakan yang dilakukan oleh para tersangka dilakukan secara pribadi-pribadi. Tidak ada perintah dari pimpinan organisasi.

Kapolda mengungkapkan, Insiden terjadi saat sekelompok orang yang pulang dari pengajian dari Singosari tersebut melintasi Pesantren YAPI dan saling mengejek, yang kemudian berkembang saling serang. (Ant/ARI)

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.