Header Ads

Putra Gubernur Meninggal di Luar Kampus IPDN

Malang, VIVAnews - Keluarga Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memastikan tidak akan melakukan otopsi terhadap jenazah Rinra Sujiwa Syahrul Putra. Keluarga menilai Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 2008 itu meninggal secara wajar.

"Tidak ada keanehan yang ada pada tubuh Rinra," kata Andi Darussalam Tabusalla, yang juga saudara ipar Syahrul Yasin Limpo di kediaman, Makassar, Selasa 1 Februari 2011.

Otopsi bisa dilakukan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan pada jenazah Rinra. Tetapi, keluarga memastikan tidak ada yang janggal pada kondisi fisik Rinra, terutama tanda-tanda kekerasan.

Rinra meninggal normal dan hanya mengeluhkan sakit di bagian perut. "Itu juga yang membuat Rinra meminta izin untuk pulang ke Makassar pekan lalu. Dan pada Sabtu, almarhum kembali ke Jakarta," jelas pria yang juga Presiden Direktur PT Liga Indonesia ini.

Andi menegaskan, Rinra meninggal di luar kampus IPDN, Jatinangor, Bandung. Pada Minggu 31 Januari malam, Rinra dan teman-temannya baru akan kembali ke kampus. Tapi di tengah jalan, putra bungsu Gubernur itu mengeluhkan sakit perut.

"Temannya berinisiatif untuk singgah di penginapan dan dari penginapan itu diantar ke rumah sakit," jelas Andi. Rinra akhirnya meninggal kemarin shubuh.

Almarhum yang masih berusia 19 tahun itu sudah dimakamkan pagi tadi di Tempat Pemakaman Panaikang, Makassar. Keluarga menegaskan, Rinra meninggal karena mengalami penyakit kram akut pada perut.

Laporan: Rahmat Zeena l Makassar

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.