Header Ads

Thein Sein, Presiden Pertama Myanmar Dipilih

Malang, VIVAnews - Parlemen Myanmar menunjuk mantan perdana menteri era junta Myanmar, Thein Sein jadi Presiden pertama negara tersebut. Namun, penunjukan ini disebut-sebut sebagai salah satu cara melanggengkan pengaruh militer di tubuh parlemen.


Seperti dilansir dari laman Associated Press, Jumat, 4 Januari 2011, penunjukkan Thein Sein adalah langkah awal menuju kepemimpinan yang demokratis. Parlemen sendiri baru saja terbentuk November lalu, usai pemilihan umum pertama Myanmar selama 20 tahun.

Terpilihnya Thein Sein, 65, sudah diperkirakan sebelumnya. Sebab dari ketiga calon presiden, dia adalah yang paling dekat dengan pemerintahan terdahulu. Ditambah lagi, sebanyak 80 persen anggota militer dan sekutu sipilnya merupakan anggota parlemen, hal ini semakin memuluskan langkah Thein Sein sebagai presiden.

Thein Sein dikenal sebagai tentara yang bersih dan tidak terlibat dengan aktivitas korupsi. Sejak Oktober 2007, walaupun memiliki posisi pemerintahan yang cukup tinggi, Sein hanya sedikit terlibat dalam urusan perumusan kebijakan.

Thein Sein adalah tentara yang menjadi jenderal dan bergabung dengan junta militer pada tahun 1997. Kemudian pada 2007 dia menggantikan Jenderal Soe Win sebagai perdana menteri. Sien kerap dikirim mewakili Myanmar dalam berbagai forum internasional.

Thein Sein memperoleh suara mayoritas dengan 408 suara dari 659 suara pada pemilihan parlemen. Dilansir dari laman BBC, pemimpin Than Shwe yang telah memerintah sejak tahun 1992 sepertinya masih akan mempunyai pengaruh yang besar. Dia diduga akan berada di balik setiap kebijakan pemerintahan Sien.

“Dia bukanlah naga penyembur api, jadi dia tidak akan menjadi ancaman yang berarti bagi Than Shwe, yang jelas akan tetap memerintah,” ujar editor majalah Irrawaddy di Thailand, Aung Zaw.

“Thein Sein sangat setia, pendiam, namun terlihat percaya diri dalam forum internasional. Dia akan mematuhi setiap perintah Than Shwe,” ujarnya lagi. (umi)

• VIVAnews

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.