Header Ads

Semen Gresik Ingin Kuasai Pasar Asean


Malang, VIVAnews - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) membutuhkan dana sebesar US$3 miliar atau sekitar Rp26,31 triliun guna meningkat kapasitas produksi menjadi 30 juta ton pada tahun 2015.

Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto mengaku pihaknya berencana memenuhi target tersebut dengan membangun pabrik dengan peningkatan produksi rata-rata per tahun sebesar 1,5 juta ton. "Kita ingin menjadi pemain terbesar di Asia tenggara tahun 2030," ujar dia di Jakarta, Jumat 11 Maret 2011.Tahun ini perseroan akan membangun dua pabrik dengan kapasitas 4,5 juta ton di Jawa Tengah dan Sumatera Barat. Perseroan membutuhkan dana US$700 juta atau Rp6,14 triliun. "Untuk kapasitas 2,5 juta ton saja, butuh dana US$350 juta (Rp3,1 triliun)," kata Direktur Keuangan Semen Gresik, Ahyanizzaman.

Dwi Soetjipto menambahkan, perseroan tengah mempertimbangkan untuk mendapatkan dana dari luar, baik berupa pinjaman atau menerbitkan obligasi. "Kita punya kebijakan untuk menggunakan ekuitas 30-40 persen dan sisanya outsource," ujar dia.

Dia mengaku, Semen Gresik saat ini tengah membangun dua pabrik di Tuban dan Tonasa dengan kapasitas total 4,5 juta ton. "Kita harapkan selesai pada tahun ini dan mulai berkontribusi pada tahun depan (2012)," kata Dwi Soejipto.Perseroan juga tengah membangun pabrik di Semen Padang, Sumatera untuk produksi sebesar 3,8 juta ton dengan nilai investasi Rp4 triliun. Selain itu, perseroan membangun pabrik berkapasitas lima juta ton di pabrik Tonasa.

Namun, kata Dwi Soejipto, perseroan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan akuisisi untuk mencapai target produksi mencapai 30 juta ton. "Target akuisisi memang 2012, tetapi kalau bisa semester II-2011," ujarnya. Dana yang dibutuhkan untuk akuisisi sebesar US$500 juta.

Sementara itu, mengenai rencana akuisisi PT Semen Baturaja, Dwi mengaku hal ini tergantung pemegang saham. "Kita kan pemegang sahamnya sama," kata dia.

Begitu pula dengan Semen Baturaja yang akan melepas saham kepada publik, ia menuturkan, perseroan tengah memikirkan untuk malakukan penyertaan saham. "Kalau Baturaja jadi IPO, kita tidak akan akuisisi. Namun untuk penyertaan saham, kita maunya diatas 50 persen karena kalau tidak mengelola bukan nature kita," tutur Dwi.

Diketahui, perseroan menargetkan laba bersih naik 8-10 persen pada tahun ini dari perolehan laba bersih tahun 2010 sebesar Rp3,3 triliun. Angka penjualan juga ditargetkan pada kisaran yang sama dari tahun lalu.

• VIVAnews

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.