Header Ads

Obama Tak Diundang ke Inggris

LONDON, KOMPAS.com - Daftar nama tamu pesta pernikahan William-Kate sudah diumumkan pada Sabtu (23/4/2011). Di dalamnya termasuk para anggota kerajaan di seluruh dunia dan para selebriti seperti "Mr Bean" Rowan Atkinson. Namun, Presiden AS Barack Obama memang sengaja tidak diundang.

Menurut pihak Kerajaan Inggris, pesta pernikahan Pangeran William (28) dan Kate Middleton (28) tidak merupakan acara kerajaan. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy juga tidak diundang. Akan tetapi, Perdana Menteri Inggris berperan sebagai pemimpin delegasi pemerintahan pada pesta "Yes, I do" itu.

Itu adalah ucapan masing-masing pengantin ketika rohaniwan pemimpin pemberkatan pernikahan bertanya, "Siapkah Anda mencintai pasangan Anda dalam suka ataupun duka hingga ajal memisahkan?"

Para pejabat Istana mengatakan, secara tradisional mereka tidak pernah mengundang kepala pemerintahan non-kerajaan. Karena itu, para pemimpin politik di luar 54 pemimpin negara-negara anggota Persemakmuran tidak diundang. Namun, Pangeran Charles segera terbang ke AS untuk menemui Obama seusai pesta pernikahan. "AS adalah sekutu utama Inggris dalam hubungan internasional," kata Paddy Harverson, juru bicara Pangeran Charles.

Charles akan terbang ke AS dengan menggunakan jet pribadi milik pebisnis Texas, AS, Joe Allbritton.

Veteran Irak diundang

Ada 1.900 nama yang diundang, termasuk David Beckham dan istrinya, Victoria, serta Elton John (musisi teman dekat almarhumah Putri Diana, ibu Pangeran William).

Pesta akbar sejagat ini akan ditayangkan APTN mulai pukul 06.00 GMT atau pukul 13.00 WIB pada 29 April hingga pukul 17.00 GMT.

St James's Palace, markas pengundang, juga mengonfirmasikan bahwa Putra Mahkota Bahrain, Salman bin Hamad Al Khalifa, turut hadir. Aparat keamanan Inggris harus ekstra hati-hati soal pengamanannya. Bahrain belum lama ini dilanda aksi protes dari para warganya.

Akan hadir pula 40 raja dari luar negeri, termasuk Denmark, Norwegia, Spanyol, Thailand, dan Maroko.

Para tamu lain yang diundang adalah sejumlah pejabat pemerintahan Inggris serta orang- orang yang bekerja di sejumlah yayasan milik Pangeran William.

Beberapa tentara veteran Inggris yang pernah berperang di Afganistan dan Irak turut diundang. Mereka pernah mendukung invasi pimpinan AS ke Irak yang dimulai pada 20 Maret 2003.

Invasi ke Irak melahirkan salah satu kisah kesengsaraan terburuk di zaman modern. Akibat invasi itu, sekitar dua juta warga Irak terpaksa eksodus ke luar negeri, dua juta warga lagi mengungsi dari kampung halaman mereka dan mencari lokasi lain yang lebih aman di Irak. Invasi itu juga menyebabkan kematian setidaknya sejuta warga Irak sejak 2003.

Raja Kamboja Norodom Sihamoni juga diundang, tetapi tidak dapat hadir. Kementerian Luar Negeri Kamboja di Phnom Penh, Sabtu, membantah bahwa Raja telah mengabaikan undangan.

Harian Inggris The Sun memberitakan, Raja Sihamoni adalah satu-satunya bangsawan asing yang diundang tetapi tidak memberikan jawaban. ”Yang Mulia telah menanggapi undangan pada 8 April,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Kamboja Koy Kuong. ”Karena urusan pekerjaan, Raja tidak bisa hadir,” lanjutnya.

Media-media di Inggris terus memberikan perhatian besar terhadap hajatan itu. The Daily Mail menerbitkan hasil sebuah survei yang menunjukkan 51 persen responden yakin perkawinan William-Kate akan memperkuat pamor Kerajaan Inggris. Hanya 2 persen yang mengatakan perkawinan itu akan melemahkan pamor. Pandangan positif ini jauh lebih baik ketimbang hasil survei yang menyebutkan pernikahan Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowles pada tahun 2005 akan memperlemah pamor Kerajaan Inggris.

Pertama kali buat Kardinal

Animo masyarakat juga amat besar. Pemerintahan Inggris memperkirakan sekitar 5.000 pesta di jalanan akan dilakukan untuk memeriahkan pesta pernikahan William-Kate. Di London saja, ada 800 permohonan untuk pengadaan pesta jalanan dengan konsekuensi penutupan sejumlah ruas jalan.

Namun, minat warga Skotlandia amat kontras. Di Glasgow, kota kedua terbesar di Skotlandia, tidak ada permohonan serupa. Skotlandia relatif tidak menyukai Kerajaan.

Namun, Kardinal Sean Brady dari Armagh, pemimpin Katolik seantero Irlandia, telah menerima undangan. Ia menjadi orang pertama pemimpin Katolik Irlandia Utara yang diundang ke pesta pernikahan Kerajaan. Undangan ini dianggap sebagai ucapan terima kasih Kerajaan atas upaya Kardinal mendamaikan pergolakan sektarian antara Katolik dan Protestan di Irlandia Utara. (REUTERS/AP/AFP/MON)

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.