Header Ads

Pejabat Dilarang Berobat ke Luar Negeri

SAMARINDA, KOMPAS.com — Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak melarang pejabatnya, termasuk bupati dan wali kota, berobat ke luar negeri karena peralatan di rumah sakit setempat dianggap sudah lengkap dan berkelas dunia.

"Saya tidak akan mengizinkan para pejabat di Kaltim, termasuk bupati dan wali kota, berobat ke luar negeri sebelum ada rujukan dari Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie Samarinda," kata Awang Faroek di Samarinda, Senin (25/4/2011).

Ia mengatakan, RSU AWS Samarinda memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Fasilitas tersebut harus dimanfaatkan oleh warga Kaltim, termasuk para pejabat, baik wali kota maupun bupati.

Di antara fasilitas yang bisa dibanggakan itu adalah echoardiography untuk pemeriksaan jantung. Di Indonesia alat ini hanya ada di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta dan RSUD A Wahab Sjahranie Samarinda.

Gubernur menyarankan agar fasilitas layanan kelas dunia tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga para pejabat Kaltim tidak perlu lagi ke Jakarta, Malaysia, atau Singapura untuk sekadar melakukan pemeriksaan jantung.

Para pejabat cukup melakukan pemeriksaan kesehatan mereka di RSUD A Wahab Sjahranie yang juga telah dilengkapi dengan fasilitas rawat inap dan pelayanan yang baik, bahkan rawat inapnya hingga kelas VIP.

Selain dilengkapi berbagai fasilitas berstandar dunia, pelayanan rumah sakit ini tidak perlu diragukan karena pengelola telah melaksanakan sistem manajemen bermutu, bahkan telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008.

Sementara itu, Direktur RSUD A Wahab Sjahranie dr Aji Syirafudin mengatakan, pihaknya terus menmperbaiki layanan dan fasilitas untuk meninkatkan pelayanan publik.

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.