Header Ads

Gedung Baru DPR pun Muncul di Rakornas Demokrat

INILAH.COM, Bogor - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat sedianya diselenggarakan untuk konsolidasi internal partai. Namun dalam sesi pengarahan oleh pimpinan partai, dibahas juga masalah gedung DPR yang sudah tidak layak huni.


Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Paiman, setelah pidato Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, seluruh kader mulai dari tingkat DPC sampai DPD mendapat pengarahan dari petinggi partai.

"Tadi ada pengarahan dari pak Jafar (Ketua Fraksi Parti Demokrat Jafar Hafsah) dan dari Pak Marzuki Alie (Wakil Ketua Dewan Pembina yang juga Ketua DPR) kepada seluruh kader," ujarnya di sela-sela Rakornas Partai Demokrat, di Sentul International Convention Centre (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2011).

Paiman mengatakan, secara keseluruhan para pimpinan DPP memberikan pengarahan agar kader-kader Demokrat meningkatkan kinerja. Arahan yang diberikan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah adalah mengenai bagaimana fungsi fraksi di daerah sampai di tingkat pusat dapat ditingkatkan lagi untuk meningkatkan kinerja kader. "Pak Jafar menceritakan bagaimana fungsi fraksi, supaya fungsi fraksi di daerah dan di DPR nyambung," tutur Paiman.

Setelah arahan dari Ketua Fraksi, lanjut Paiman, arahan kemudian diberikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Marzuki Alie. Dalam arahannya Marzuki membahas segala permasalahan menyangkut kader-kader Demokrat baik di tingkat daerah sampai DPR.

Ia menambahkan, dalam penjelasan tersebut Marzuki Ali menunjukkan keprihatinan anggota DPR khususnya kader Partai Demokrat yang belum maksimal dalam tugasnya. Sebab menurut Marzuki kinerja anggota DPR kurang optimal dikarenakan kurangnya wawasan yang dimiliki oleh staf ahli untuk membantu kenerja anggota DPR.

"Pak Marzuki Ali menjabarkan bahwa DPR itu tidak bisa menghadapi pemerintahan karena kita itu (DPR) kurang memadai, kan kita hanya dibantu dua orang staf ahli padahal tugas kita banyak," ungkapnya.

Selain dari staf ahli yang kurang mendukung, prasarana kantor anggota dewan juga kurang memadai jika harus ditambah oleh staf ahli. "Sekarang saja Anda bisa lihat ruangan anggota DPR yang kecil, dua staf saja sudah sempit, apalagi untuk menerima tamu," jelasnya.

Namun demikian, Paiman tidak menganggap bahwa penjelasan tersebut untuk mendorong kader partai agar mencetuskan kembali masalah pembangunan gedung baru DPR. Penjelasan itu untuk memotivasi kembali agar DPR ke depan bisa lebih baik lagi. [tjs]

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.