Header Ads

Indonesia Siap Menjadi Negara Maju

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat pertumbuhan ekonomi global terus berkembang dan bergeser ke kawasan Asia. Indonesia siap menjadi negara maju dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk menguasai tujuh kunci pengendali masa depan.

Demikian benang merah dalam konferensi internasional tentang masa depan bertajuk ”Bagaimana Dunia Berubah 30 Tahun Mendatang” yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kedutaan Besar RI di Washington DC di Jakarta, Kamis (28/7). Seminar tersebut menghadirkan pakar masa depan atau futurolog dari Amerika Serikat, yakni James Canton, George Friedman, Robert Kaplan, Roger Beachy, dan Thomas Fingar.

Selain itu, pembicara dalam konferensi tersebut adalah Vice Chairman of Citi, Global Head, Public Sector and Sovereign Wealth Fund Zubaid Ahmad, Direktur Forum Asia Tenggara Stanford University Prof Donald K Emmerson, dan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kapten (Inf) Agus Harimukti Yudhoyono.

Canton, yang merupakan penulis buku laris The Extreme Future: The Top Trends That Will Reshape the World for the Next 20 Years, mengungkapkan, ada tujuh faktor pengubah masa depan, yakni energi, pekerjaan, pangan, kesehatan, air bersih, lingkungan, dan keamanan. Negara Barat saat ini memiliki pekerjaan dengan menguasai teknologi informasi dan negara-negara Asia menguasai energi dan pangan yang dibutuhkan dunia.

Ia memaparkan, dunia akan memasuki masa ekstrem di mana perubahan begitu cepat sehingga penguasaan teknologi informasi dan kreativitas sangat menentukan. Kecepatan perubahan yang ekstrem membuat cakupan orang berbagi informasi melebar dan menjadi lebih kompleks.

Hambatan konektivitas juga harus diatasi karena orang ingin membangun jaringan tanpa batasan wilayah dan waktu untuk meraih berbagai peluang baru yang lebih ekstrem. Hanya negara yang mampu mengatasi berbagai persoalan internal secepatnya dan bekerja ekstrakeras membenahi pekerjaan rumah selama ini yang sukses pada masa depan.

George Friedman mengatakan, dalam tata dunia yang baru, posisi Indonesia dinilai sangat menguntungkan sebab Indonesia masuk sebagai salah satu pemain global, yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Dengan tetap menjaga stabilitas politik dan ekonomi seperti saat ini, tidak mustahil Indonesia bisa mengejar posisi China dan Korea Selatan.

”Indonesia sebagai salah satu pemain global bisa mengambil keuntungan dari kondisi yang ada, yaitu dengan memosisikan diri dalam tatanan dunia yang baru. Asalkan, kata kuncinya adalah tetap menjaga kestabilan politik dan ekonomi seperti saat ini sehingga Indonesia bisa memacu pertumbuhan ekonominya untuk menyamai negara-negara seperti China dan Korea Selatan,” ujarnya.

Lebih Lengkap Baca di KOMPAS

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.