Header Ads

Menantikan Kebuasan Boaz Salossa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Boaz Salossa is comeback. Perjalanan Boaz bersama tim nasional Indonesia memang penuh lika-liku. Sempat dicoret dari skuad timnas di era Alfred Ried, Boaz kini telah masuk kembali dalam skuad Garuda.

Kembali masuknya penyerang asal Papua itu dirasakan pada momen yang sangat tepat. Boaz kini tengah berada dalam performa terbaiknya untuk menjadi pendobrak di lini depan.

Boaz baru saja menyabet dua gelar bergengsi di kancah kompetisi sepakbola Indonesia dengan menjadi top skor Liga Super Indonesia sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik Indonesia. Musim ini, ia juga sukses memberi gelar juara LSI kepada Persipura Jayapura.

Kini kiprah Boaz buat negaranya tengah dinanti jutaan masyarakat Indonesia. Perjuangan pertama Boaz adalah membawa nama harum Indonesia di ajang Pra Kualifikasi Piala Dunia dengan melawan Turkmenistan di Ashgabat, Turkmenistan, Sabtu (23/7/2011).

Mencetak 22 gol dalam 25 laga LSI musim lalu, menunjukkan kebuasan Boaz menjebol gawang lawan. Namun gol-gol itu dilesakkan Boaz di level kompetisi dalam negeri. Kini kemampuan Boaz di level internasional akan benar-benar diuji.

Biasa beroperasi dari sisi sayap dengan menyisir sisi kiri ke tengah pertahanan lawan, Boaz kerap menghadirkan tebaran ancaman menakutkan kepada setiap lawan. Ia juga memiliki skill individu di atas rata-rata melebihi pemain lain.

Atas dasar itu pula, pelatih anyar timnas Indonesia Wilhelmus Wim Rijbergen tidak keberatan membawa Boaz ke Turkmenistan meski baru sekali berlatih bersama skuad Garuda lainnya.

"Boaz merupakan striker yang bagus karena dia pencetak gol terbanyak musim ini. Dia memiliki kualitas di atas rata-rata pemain lain. Kami berharap dia bisa bermain bagus bersama timnas," kata Win di Jakarta sebelum berangkat ke Turkmenistan.

Memang tidak ada yang meragukan kemampuan Boaz. Asisten Pelatih Timnas Rahmad Darmawan yang lebih akrab dengan Boaz karena pernah melatih Boaz saat masih menangani Persipura mengakui pentingnya seorang Boaz buat Indonesia.

"Boaz harus diakui memiliki skill individu diatas rata-rata. Ia adalah aset termahal yang dimiliki Indonesia. Boaz akan sangat bermanfaat dalam skuad timnas Indonesia," kata Rahmad saat mengumumkan nama-nama pemain timnas yang akan dibawa ke Turkmenistan.

Rahmad juga menjelaskan bahwa persiapan timnas yang serba dadakan tidak akan berpengaruh banyak terhadap kondisi fisik Boaz. Bila dibandingkan dengan pemain timnas lainnya, kondisi Boaz justru lebih baik.

"Mayoritas pemain yang bergabung dalam timnas mengalami masalah fisik karena mereka lama tak bermain akibat liburan. Tapi Boaz terakhir kali bermain di ajang Perang Bintang, jadi secara fisik tidak masalah dengannya," ujar Rahmad.

Boaz dari segi mental juga tak perlu diragukan, ia bertambah dewasa seiring dengan usianya yang telah bertambah. Boaz juga terlihat makin bisa mengendalikan emosinya setelah dipercaya menjadi kapten Persipura.

Di lini depan Garuda, Boaz akan ditandemkan dengan striker Cristian "El Loco" Gonzalez yang juga jadi langganan top skor di kompetisi paling elit tanah air. Kolaborasi dua penyerang haus gol ini diharapkan bisa memberi asa buat Indonesia memenangkan pertandingan.(*)

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.