Header Ads

Pelukis Argentina Pameran di Borobudur

BOROBUDUR, KOMPAS.com--Pelukis berasal dari Argentina, Maximo Elizondo, menyiapkan pameran tunggal bertajuk "Maximum Maximo" di Rumah Seni Rupa Tuk Songo, kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 19-27 September 2011.

"Ada sekitar 40 karya lukis dan ’drawing’ yang akan dipamerkan di sini," kata pemilik Rumah Seni Rupa "Tuksongo" Borobudur, Dedy PAW, di Borobudur, Sabtu.

Ia mengatakan, pameran tunggal perdananya di luar negaranya dengan mengambil tempat di kawasan Candi Borobudur itu rencananya dibuka oleh kolektor lukisan berasal dari Kota Magelang, Oei Hong Djien.

Sejak 2007 hingga 2010, katanya, Maximo telah beberapa kali pameran tunggal di negaranya.

Maximo adalah lulusan terbaik National Unversity Institute of the Arts Argentina pada 2007 dan kemudian merampungkan pendidikan seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Agustus 2011.

Ia merupakan salah satu di antara 35 mahasiswa berasal dari negara-negara di Asia dan Eropa yang menjalani Darmasiswa Scholarship of 2010-2011 dengan mengambil kuliah di ISI Surakarta.

Beberapa karya lukis yang bakal dipamerkan di Rumah Seni Rupa Tuksongo Borobudur antara lain berjudul "Saya Berdoa untuk Si Dia", "Todas las flores vienen con su perfume y con su olor. El olor es de la muerte, el perfume del amor", "Kematian Kecil Harian", "Berbicara Dengan Ibu Bantal", "El Tempo Se Escapo Con Mis Recuerdos", dan "Kuda Kecil Seberapa Jauh Kita Pergi, Aku Tidak Bisa Melarikan Diriku Sendiri".

Selain itu, katanya, "Arriba Las Manos Yarriba Los Timbres", "Hanyalah Di Sini Cintaku, Kamu Melupakan Suatu Mimpi", "Explotando Lentamente", dan "Para Pecundang".

Beberapa karya "drawing" yang bakal dipamerkan berjudul "Kereta Api Kecil Kebahagiaan", "Cinta yang Cair", "Selamat Tidur", "Sandera Impian Anda", "Pesta Muslim", "Saat Ketakutan Telah Menjemput Kita", dan "Panas Sekali".

Dedy PAW yang juga pelukis Borobudur dengan corak khusus karya berbasis apel itu, mengatakan, judul berbagai karya Maximo umumnya berupa kalimat naratif.

"Kalau hasil karyanya berupa humor, sesuatu yang naif, naratif, kekanak-kanakan tentang berbagai hal menyangkut kehidupan sehari-hari yang dialaminya, berupa manusia, binatang, tumbuhan, dan kekayaan alam yang dikenalnya secara akrab di Argentina maupun ketika setahun di Indonesia," katanya.

Ia menyebut karya lukis Maximo mencerminkan pribadinya yang bersahaja dengan gaya ungkap secara unik dan menarik.

"Harapan kami pameran tunggal Maximo itu turut mewarnai wawasan dan memperkaya yang lainnya dan memberikan inspirasi publik," katanya.

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.