Header Ads

Hina Ulama, Rapper Iran Terancam Hukuman Mati

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Seorang rapper asal Iran shanin Najafi sedang menghadapi ancaman fatwa mati dari beberapa ulama Iran. Lagunya berjudul "Naqi" menimbulkan kontroversi dan dianggap mengandung unsur penghinaan terhadap agama.

Rapper Iran Shanin Najafi saat ini dijuluki sebagai Salman Rushdie, setelah sebelumnya dua ulama berpengaruh di Iran mengeluarkan fatwa mati atasnya.

Najafi merilis lagunya berjudul "Naqi" melalui situs online pada 7 Mei lalu. Beberapa media Iran dan blogger konservatif mengatakan hal tersebut melanggar fatwa. Ia dianggap menghina agama dengan mencantumkan nama al-Naqi dalam lagunya. Al-Naqi adalah Imam Syiah ke 10 di Iran.

Dalam sebuah wawancara di tempat persembunyiannya di Jerman, Najafi mengatakan tak menyesal menyanyikan lagu tersebut dan menolak meminta maaf. Najafi beralasan penggunaan nama tokoh suci dalam lagunya adalah kebebasan berekspresi, dan tak ada kaitannya dengan penghinaan agama.

"Saya tidak akan pernah minta maaf untuk seni yang saya buat. Karya saya berisi kebenaran tentang pemerintah Iran saat ini," kata Najafi.

Sementara itu, para pejabat Iran belum mau berkomentar terkait fatwa ini. Selama ini para ulama senior di Iran memang memiliki kekuatan untuk mengeluarkan fatwa secara independen. Tanpa perlu pertimbangan dari pemerintah Iran. Namun untuk ulama yang mampu mengeluarkan fatwa kematian, berarti dia telah memiliki kekebalan hukum berdasarkan hukum Iran.

Najafi berasal dari sebuah kota pelabuhan kecil di selatan Iran. Ia melarikan diri ke Jerman pada 2005 lalu, saat intelijen Iran mengancamnya setelah melakukan konser tersembunyi. Dalam lagu berjudul "Naqi" tersebut, ia menuliskan agar Imam al-Naqi dapat menyelamatkan Iran dari pemerintah saat ini. Ia juga menyinggung masalah pelanggaran HAM, norma sosial dan kesulitan hidup lain di Iran.

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.