Header Ads

Kijang Raksasa Menyerupai Sapi Berdiri di Pojok Museum



Museum Satwa-Common Eland, itu nama bekennya. Sedangkan menurut bahasa latin adalah Taurotragus Oryx, atau Kijang Besar. Ya, Common Eland termasuk dari spesies kijang raksasa yang hidup di savanah dan dataran antelope, Afrika Selatan.
Kijang besar ini pertama kali ditemukan oleh Peter Simon Pallas pada tahun 1766. Tinggi dari kijang bertanduk ulir tersebut bisa mencapai 1,6 meter dengan bobot mencapai 942 Kg. Dengan tubuh besar dan bongsor, common eland memang tidak berlari cepat layaknya kijang pada umumnya, namun dia mampu berlari tanpa berhenti sejauh 1,5 km.
“Ya, common eland yang sedang berdiri di pojokan itu merupakan salah satu koleksi utama Museum Satwa, sejak pertama kali dibangun,” ujar Wahyu, Guide Captain Museum Satwa. “Panjangnya bisa mencapai sekitar 3 meter. Dia biasa hidup bergerombol dengan 5000 ekor common eland yang lain.” lanjut pria yang sudah lama menjadi guide di museum satwa terbesar di Indonesia.
Selain postur tubuh yang menakjubkan, keunikan lain dari common eland adalah tanduknya. Tampak dari luar diorama, dua tanduk yang bercokol di kepala kijang super ini menyerupai mata bor raksasa. Berulir dan meruncing ke atas. “Diantara keunikan yang lain adalah tanduk dari common eland. Dan itu menjadi alat utama untuk membela diri ketika ada binatang buas yang mengancam nyawanya,” jelas pria berusia 27 tahun tersebut.
“Benar-benar menakjubkan, koleksi binatang museum satwa sangat lengkap. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mengenal binatang di seluruh dunia. Di sini anak-anak juga bisa belajar mengenal binatang dari seantero bumi,” ujar Zulham, salah satu pengunjung yang berasal dari Banyuwangi. (AiR)
- See more at: http://www.jawatimurpark2.com/kijang-raksasa-museum-satwa/#sthash.D0kOraZ9.dpuf

No comments

Silahkan berikan komentar yang membangun

Powered by Blogger.